Karawang||Suarapubliknews.web.id Di Km 46 Gerbang Tol Karawang Barat-Km 70 Tol Japek. Pemudik diminta menyiapkan fisik yang fit dan sopir cadangan.
17 Mar 2026 13:13 WIB — Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas lawan arus (contraflow) di Gerbang Tol Karawang Barat hingga Tol Jakarta-Cikampek mulai Selasa (17/3/2026).
Pemudik diminta menyiapkan sopir cadangan dan tidak mengantuk saat melalui jalur tol dengan lawan arus.
Data dari Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, contraflow terlaksana dari Kilometer (Km) 46 Gerbang Tol Karawang Barat hingga Km 70 Tol Jakarta-Cikampek (Japek)
Pelaksanaan sistem dimulai pada Selasa ini pukul 14.00 WIB hingga Jumat (20/3/2026) pukul 24.00 WIB.
Selain itu, berlaku juga sistem satu arah (one way) dari Km 70 Tol Japek hingga Km 421 Gerbang Tol Bayumanik di Semarang, Jawa Tengah.
”Kami menerjunkan personel untuk pengamanan di Km 70 yang masuk wilayah Purwakarta hingga daerah perbatasan dengan Kabupaten Subang,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Purwakarta Ajun Komisaris Enjang Sukandi.
Petugas membuka jalur untuk memulai mekanisme lawan arus atau contraflow di Kilometer 47 ruas tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2024). Rekayasa lalu lintas menuju Cikampek ini berlaku hingga KM 65
Petugas membuka jalur untuk memulai mekanisme lawan arus di Km 47 ruas Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Sabtu, 21 Desember 2024.
Ia meminta pemudik yang melintasi jalur tol yang terdapat sejumlah rekayasa lalu lintas seperti contraflow untuk melakukan sejumlah persiapan. Pertama, menyiapkan sopir cadangan untuk mengantisipasi pengemudi utama kelelahan.
Persiapan kedua, lanjut Enjang, memastikan kondisi kendaraan laik jalan. Salah satunya, pemeriksaan sistem pengereman kendaraan.
”Upaya yang terakhir, sopir harus menjaga kondisi kesehatan dengan cukup tidur sebelum perjalanan jarak jauh. Hal ini untuk mencegah sopir mengantuk terutama melewati jalan dengan sistem lawan arah,” paparnya.
Kepala Polda Jabar Inspektur Jenderal Rudi Setiawan mengatakan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 Maret 2026 dan 17 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026 dan 28 Maret 2026.
Ia menjelaskan, Polda Jabar membuka 332 pos pengamanan. Pos-pos tersebut akan ditempatkan di jalur tol, jalur arteri, pusat transportasi, tempat ibadah, serta obyek wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.
Polda juga membuka layanan informasi dengan nomor telepon 110. Dengan layanan ini, masyarakat mendapatkan segala informasi seputar mudik dan lokasi penitipan kendaraan di markas-markas kepolisian.
”Kami membuka layanan pengamanan sepeda motor dan mobil di Polda Jabar. Syaratnya, dengan menunjukkan bukti kepemilikan,” kata Rudi.
Beresiko tinggi
Penerapan sistem rekayasa contraflow dinilai berisiko tinggi jika pengemudi tidak menyiapkan kondisi kesehatannya dan kelaikan kendaraan.
Pengamat transportasi publik dari Institut Teknologi Bandung, Sony Sulaksono, berpendapat, terdapat sejumlah kemungkinan pemicu kecelakaan saat penerapan contraflow. Pertama, kondisi fisik sopir kendaraan tersebut tidak fit dan kelelahan sehingga konsentrasinya terganggu.
Serpihan kendaraan yang terbakar akibat kecelakaan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 58, Karawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024). Kecelakaan yang terjadi di jalur contraflow arah Jakarta ini melibatkan tiga kendaraan, yakni dua mobil dan satu bus. Sebanyak 12 kantong berisi jenazah sudah dibawa ke RSUD Karawang untuk diidentifikasi.
Faktor pemicu kecelakaan berikutnya adalah kendaraan yang digunakan pengemudi mengalami gangguan saat melewati jalur dengan contraflow.
”Lawan arah sangat berisiko karena memiliki rute panjang dan sulit untuk berhenti mendadak. Jika pengemudi tak menyiapkan kondisi fisik yang prima dan kendaraan laik jalan, risikonya bisa fatal,” ucap Sony.
Ia berharap, para pemudik lebih bersabar dalam menghadapi kemacetan. Sebab, pihak kepolisian telah berupaya menerapkan berbagai sistem rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik Lebaran.
(Redaksi)