Bekasi_ Suarapubliknews.web.id Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras di Tambun Bekasi
Ringkasan Berita:
Polres Metro Bekasi menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap lansia Tri Wibowo (60) di Tambun Selatan.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni menyebut detail pelaku akan disampaikan dalam konferensi pers Jumat (3/4/2026).
Warga mengaku teror serupa sudah beberapa kali terjadi sejak 2025 dan berharap keamanan lingkungan harus lebih di tingkatkan lagi
Polres Metro Bekasi telah menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap pria lanjut usia (Lansia), Tri Wibowo (60) saat hendak menunaikan salat subuh di Perumahan Bumi Sani Permai (BSP) RT 01 RW 14, Desa Setiamekar,
Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
"Ya sudah (ditangkap," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni saat dikonfirmasi pada Kamis (2/4/2026).
Terkait jumlah pelaku serta informasi tambahan soal penangkapan pelaku penyiraman air keras tersebut Kapolres belum bisa menyampaikan.
Sumarni menyebut akan menjelaskan kasus ini dalam konferensi pers besok, Jumat (3/4/2026) pagi.
"Ya besok dijelaskan (saat konferensi pers)," jelas dia.
Sebelumnya, seorang pria lanjut usia (Lansia), Tri Wibowo (60) menjadi korban penyiraman air keras saat hendak menunaikan salat subuh di Perumahan Bumi Sani Permai (BSP) RT 01 RW 14, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026) sekira pukul 04.50 WIB.
Seorang warga sekitar, Ning, mengatakan, aksi teror penyiraman air keras di kawasan tersebut rupanya tidak baru pertama terjadi.
Sebelumnya aksi serupa sudah beberapa kali terjadi dengan sasaran berbeda.
Ia menduga pelaku yang beraksi seluruhnya dalam teror itu adalah orang yang sama.
“Kalau untuk air keras itu sebelumnya sasarannya mobil disiram air keras, dan terbaru kejadian yang korbannya pak Tri, total udah empat kali kejadian berarti,” kata Ning kepada Tribun Bekasi saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (31/3/2026).
Ning menjelaskan, mobil yang menjadi sasaran pelaku saat itu tengah posisi terpakir.
Walhasil, cat bodi mobil menjadi rusak dan mengelupas.
"Mobil itu dampaknya rusak cat nya, tapi ejadian sebelumnya kurang tahu secara pasti waktunya, tapi yang jelas sekitar tahun 2025 sepertinya," jelasnya.
Atas kejadian ini, Ning mewakili warga sekitar berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan meningkatkan keamanan lingkungan.
“Harapannya saya minta keamanan dong. Biar segera ditangkap pelakunya,” harapnya.
( Lenie Tanjung)