Saat GPS Bongkar Persembunyian Maling Motor di Depok hingga Jakarta


Sepeda motor hasil curian yang ditampung di Kontrakan Jalan Asem Gede, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (12/9/2035) 

Jakarta _ Suarapubliknews.web.id  Penggunaan GPS pada sepeda motor semakin terbukti efektif dalam mengungkap kasus pencurian.

Dalam sejumlah kasus di Depok dan Jakarta, teknologi ini berperan langsung dalam pelacakan hingga penangkapan pelaku.

Salah satu kasus terbaru terjadi di kawasan Cimanggis, Depok. Seorang pelaku pencurian motor gagal melarikan diri setelah kendaraan yang dicuri dilengkapi sistem GPS.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (7/4/2026) siang itu sempat viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, warga mendatangi sebuah rumah di Gang Adam yang diduga menjadi lokasi pelaku bersembunyi.

Sebelumnya pelaku sempat membawa kabur motor milik pengemudi ojek online ke arah Bogor.

Namun, kendaraan tersebut tidak bisa dihidupkan. Sistem pengaman berbasis GPS membuat motor terkunci sekaligus terus mengirimkan lokasi.

Situasi ini mempersempit ruang gerak pelaku hingga akhirnya berhasil dilacak. Warga yang mengetahui posisi tersebut langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku.

Pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Sejumlah warga menghampiri rumah yang diduga merupakan pelaku maling motor di Cimanggis, Depok tepatnya di Gang Adam pada Selasa (7/4/2026). 

Sejumlah warga menghampiri rumah yang diduga merupakan pelaku maling motor di Cimanggis, Depok tepatnya di Gang Adam pada Selasa (7/4/2026).

Kasus di Jakarta: GPS Bongkar Gudang Motor Curian
Peran GPS yang lebih besar terlihat dalam pengungkapan kasus di wilayah Matraman, Jakarta Timur.

Polres Metro Jakarta Timur menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dijadikan gudang motor curian pada September 2025 setelah mendeteksi sinyal GPS dari salah satu kendaraan korban.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Teta, mengatakan penyelidikan dimulai dari informasi bahwa motor korban masih mengirimkan sinyal lokasi.

“Tim unit Ranmor mendapatkan informasi sepeda motor tersebut terdapat GPS yang aktif dan selanjutnya melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Dari pelacakan tersebut, polisi menemukan lokasi motor di kawasan Matraman. Penggerebekan kemudian dilakukan dan mengungkap skala kejahatan yang lebih besar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menyebut pihaknya menemukan sekitar 12 unit motor curian di lokasi tersebut

(Lenie. Tj)