KARAWANG — Suarapubliknews.web.id Jejak sejarah perjuangan prajurit kembali dihidupkan oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Komandan Batalyon Infanteri 305/Tengkorak, Letkol Inf Afdal Eko Putra, memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan Tugu Tengkorak Lembah Pasir Ipis di kawasan Karawang International Industrial City, Jumat (24/04/2026).
Melalui Perwira Penerangan (PAPEN) Yonif 305 Letda Inf Adi Bima disampaikan bahwa kawasan KIIC saat ini menyimpan sejarah panjang bagi prajurit “Tengkorak”.
Sebelum berkembang menjadi kawasan industri modern, wilayah tersebut dahulu merupakan medan latihan yang digunakan sebagai tempat pembinaan fisik, mental, dan taktik tempur bagi prajurit sebelum diberangkatkan ke berbagai daerah penugasan operasi.
“Dulu, tempat ini menjadi saksi bagaimana prajurit Yonif 305 ditempa sebelum berangkat ke daerah operasi. Namun seiring perkembangan zaman dan pembangunan kawasan industri, lokasi tersebut tidak lagi digunakan sebagai medan latihan. Oleh karena itu, kami membangun Tugu Tengkorak sebagai simbol untuk menjaga dan mengingat sejarah tersebut agar tidak hilang,” ungkap PAPEN Yonif 305.
Pembangunan tugu ini tidak hanya menjadi penanda fisik, tetapi juga sarana pelestarian tradisi satuan. Di lokasi inilah nilai-nilai kejuangan, loyalitas, serta jiwa korsa ditanamkan secara kuat kepada setiap prajurit.
Kini, meski fungsi kawasan telah berubah, semangat itu tetap dijaga melalui kegiatan tradisi yang akan terus dilaksanakan di sekitar tugu tersebut.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh unsur pemerintahan, aparat kewilayahan, serta perwakilan dunia industri. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bambang Sugeng dari KIIC, Camat Telukjambe Barat Ruli, Lurah Margamulya Enjen, Kepala Dusun Kiarajaya Siti, Bhabinkamtibmas Margamulya Bripka Dudi, serta Babinsa Margamulya Serka Sala.
Selain itu, turut hadir perwakilan perusahaan seperti Hedri dari PT Jaya Obayasi, Afi dari Indokomas, Rainer dari PT Honcuan Indonesia, serta Zainul Akhwil selaku Ketua Forum HRGA KIIC.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam menjaga nilai sejarah sekaligus memperkuat hubungan teritorial di wilayah Karawang.
Dalam arahannya, Danyonif 305 menegaskan bahwa setiap prajurit harus memahami akar sejarah satuannya sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, prajurit yang kuat bukan hanya yang terlatih secara fisik, tetapi juga yang memahami nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulunya.
Semangat itu terangkum dalam semboyan yang terus dijaga oleh prajurit “Tengkorak”:
“Daripada Menyerah, Lebih Baik Mati Bercermin Sebagai Tengkorak.”
Melalui pembangunan Tugu Tengkorak Lembah Pasir Ipis ini, Yonif 305 menegaskan bahwa perubahan zaman tidak akan menghapus sejarah. Justru, dengan menjaga dan merawatnya, semangat juang prajurit akan terus hidup dan menjadi bekal dalam setiap pelaksanaan tugas demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Lenie Tanjung)