Penemuan Mayat di Waduk Jatiluhur, Polres Purwakarta Lakukan Evakuasi CepatSelasa, 7 April 2026 - 15:00 WIB


Polisi evakuasi jasad pria di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, tanpa tanda kekerasan.

Purwakarta–Suarapubliknews.web.id Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Purwakarta bergerak cepat mengevakuasi sesosok jasad pria yang ditemukan di kawasan perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 6 April 2026, tepatnya di Kampung Citerbang, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukatani.

Korban diketahui berinisial AB (56), warga Kampung Servis Karang Anyar, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur. Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh seorang saksi bernama Juhdi (50) sekitar pukul 12.00 WIB saat dirinya tengah berjaga di area kolam Jaring Apung (KJA).

Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasat Polair, Jamal Nasir, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa petugas langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Menurut keterangan saksi di lapangan, peristiwa bermula saat sebuah perahu terlihat melaju tanpa kendali menuju area kolam KJA. Perahu tersebut kemudian menabrak bagian kolam yang sedang dijaga oleh saksi.

“Saat diperiksa, saksi menemukan seorang pria dalam kondisi terlentang di atas perahu. Korban diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia saat ditemukan,” ungkap Jamal Nasir.

Mendapat informasi tersebut, tim gabungan dari Satpolair, unit Sabhara, Unit Inafis, serta piket fungsi Reserse Kriminal Polres Purwakarta segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Proses identifikasi dilakukan guna memastikan kondisi korban serta mengungkap penyebab kematian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim identifikasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini mengindikasikan bahwa korban kemungkinan meninggal bukan akibat tindakan kriminal.

“Korban mengenakan celana pendek berbahan kain berwarna hijau muda dengan ikat pinggang hitam. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Atas permintaan keluarga, jenazah korban langsung kami evakuasi ke rumah duka untuk segera dimakamkan,” tambah Jamal.

Peristiwa penemuan mayat di Waduk Jatiluhur ini menjadi perhatian aparat kepolisian sekaligus pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

Kondisi kesehatan dan keselamatan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan, terutama bagi nelayan maupun pekerja di sekitar waduk.

Kasi Humas Polres Purwakarta, Enjang Sukandi, turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan terbuka.

Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum melakukan aktivitas, terutama yang berkaitan dengan risiko tinggi seperti bekerja di atas air.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas jika kondisi tubuh tidak fit. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Selain itu, Enjang juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kejadian mencurigakan atau kondisi darurat di wilayah perairan. Laporan dapat disampaikan melalui petugas terdekat maupun layanan Call Center Polri 110.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat membantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di kawasan Waduk Jatiluhur yang memiliki aktivitas cukup padat.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kerja di perairan semakin meningkat.

Kolaborasi antara warga dan aparat kepolisian dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah Purwakarta.

(Lenie Tanjung)