Harkitnas 2026, Pemkab Karawang Tekankan Pentingnya Kedaulatan dan Perlindungan Generasi Bangsa

Tayang: Rabu, 20 Mei 2026 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Plaza Pemda Karawang, Rabu (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:

Pemkab Karawang menggelar upacara Harkitnas 2026 bertema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” di Plaza Pemda Karawang.

•Wakil Bupati Maslani menyebut tantangan bangsa kini bergeser ke era digital dan penting menjaga generasi muda serta memperkuat literasi digital.

•Pemerintah menyoroti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, dan aturan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
 
KARAWANG-Suarapubliknews.web.id  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Plaza Pemda Karawang, Rabu (20/5/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Karawang, Maslani, selaku inspektur upacara.

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran aparatur sipil negara, TNI-Polri, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang.

Harkitnas 2026 Usung Tema Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menekankan pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi utama dalam memperkuat kedaulatan bangsa di tengah perkembangan zaman dan transformasi digital.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Karawang, Dandim 0604 Karawang, Kapolres Karawang, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Ketua DPRD Karawang, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Kepala Lapas Karawang, jajaran Kementerian Agama, MUI, FKUB, para asisten daerah, kepala bagian, camat, hingga pimpinan BUMD.

Maslani Singgung Semangat Kebangkitan Nasional
Dalam amanatnya, Wakil Bupati H. Maslani menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali sejarah perjuangan bangsa yang ditandai dengan lahirnya organisasi Budi Utomo pada 1908.

“Tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908," katanya saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

"Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut merupakan fajar kebangkitan kesadaran berbangsa, ketika kaum terpelajar mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi," ujarnya.

Menurutnya, semangat Kebangkitan Nasional harus terus dijaga dan disesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan identitas kebangsaan.

Tantangan Bangsa Bergeser ke Era Digital

Ia menilai, tantangan bangsa saat ini tidak lagi sebatas menjaga kedaulatan wilayah, melainkan juga menjaga kedaulatan informasi dan menghadapi percepatan transformasi digital.

“Memasuki tahun 2026, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari ketertinggalan dan terus beradaptasi menghadapi perubahan zaman,” jelasnya.

Maslani menegaskan, tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” memiliki makna strategis dalam upaya melindungi generasi muda sebagai aset masa depan bangsa.

Ia menilai, kemandirian bangsa hanya dapat terwujud melalui persatuan dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

(Lenie Tanjung)