Konferensi pers penggagalan peredaran narkoba di wilayah Karawang, Kamis (14/5/2026) di Mapolres Karawang.
Konferensi pers penggagalan peredaran narkoba di wilayah Karawang, Kamis (14/5/2026) di Mapolres Karawang.
KARAWANG_Suarapubliknews.web.id Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karawang menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1.440,63 gram atau 1,4 kilogram.
Dua kurir ditangkap, sementara bandar berinisial TL alias Godek kini diburu polisi.
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan seorang kurir lapangan berinisial SD.
Dari tangan tersangka, polisi menyita satu paket besar sabu siap edar
“Kami menyita satu bungkus plastik bening berisi kristal putih dengan kemasan plastik biru seberat 1.007,40 gram. Selain itu, turut diamankan dua buah timbangan digital dan satu pak plastik klip kosong,” ujar Fiki dalam konferensi pers di Mapolres Karawang, Kamis (14/5/2026).
Polisi Kembangkan Kasus hingga Purwakarta
Dari hasil interogasi terhadap SD, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga ke Kabupaten Purwakarta.
Petugas lalu menangkap tersangka lain berinisial DN alias Abah di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pesawahan, Purwakarta.
Dari hasil pemeriksaan, total sabu yang diamankan dari jaringan tersebut mencapai 1.440,63 gram.
“Modus operandi yang digunakan adalah sistem tempelan. Barang haram ini dipasok oleh TL untuk diedarkan kembali di wilayah Karawang dan Purwakarta,” kata Fiki.
Menurut dia, jaringan tersebut dikendalikan oleh bandar berinisial TL alias Godek yang kini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Tergiur Upah Rp 10 Juta per 100 Gram
Fiki mengungkapkan, para pelaku nekat menjadi kurir narkoba karena tergiur upah besar.
Jika berhasil mengedarkan sabu, mereka dijanjikan bayaran Rp 10 juta per 100 gram sabu yang terjual.
“Upah tersebut kemudian dibagi dua antara SD dan DN,” ujar Fiki.
DN mengaku ini merupakan kali ketiga dirinya menerima pasokan sabu dari TL.
Polisi menyebut para tersangka tidak mengetahui keberadaan asli TL karena komunikasi dan pengendalian jaringan hanya dilakukan melalui sambungan telepon.
(Lenie Tanjung)