KARAWANG – Suarapubliknews.web.id Gelar Seni Budaya dalam rangka Milangkala ke-8 FKPPAI DPC Karawang sekaligus pengukuhan kepengurusan digelar di Kampung Budaya Karawang, Minggu (27/9/2026).
Mengusung tema “Mapag Lumampah Anyar Nyambungkeun Rasa Ngajaga Budaya”, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya, khususnya budaya Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung dengan nuansa tradisi yang kental. Sejumlah tokoh budaya turut hadir, di antaranya Mama Ahmad dari Kasepuhan Cirebon serta Teddy dari keluarga besar Singaperbangsa.
Selain gelar seni budaya dan pengukuhan kepengurusan, rangkaian Milangkala ke-8 FKPPAI DPC Karawang juga diisi dengan santunan kepada anak yatim melalui tema “Berbagi Keberkahan, Merajut Kepedulian, Menyinari Masa Depan.”
Mama Ahmad: Kalau Bukan Kita, Lalu Siapa Lagi?
Pesan kuat mengenai pentingnya pelestarian budaya disampaikan Mama Ahmad dari Kasepuhan Cirebon dalam kegiatan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa budaya merupakan warisan leluhur yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting agar berbagai tradisi dan nilai budaya tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Kita harus melestarikan budaya di Jawa Barat, untuk diwariskan ke anak cucu. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi? Apalagi di zaman sekarang sudah terbelenggu dengan teknologi,” ujar Mama Ahmad.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Milangkala ke-8 FKPPAI DPC Karawang.
Menurut pesan yang disampaikan, perkembangan teknologi tidak semestinya membuat generasi muda kehilangan hubungan dengan akar budaya dan sejarah daerahnya. Justru, teknologi dapat diimbangi dengan pengenalan budaya secara terus-menerus kepada generasi penerus.
Budaya Bukan Sekadar Pertunjukan
Pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan seni atau penggunaan pakaian adat. Di dalamnya terdapat berbagai nilai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, seperti sejarah, bahasa, tata krama, tradisi, kesenian hingga kearifan lokal.
Karena itu, kegiatan Gelar Seni Budaya menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Kehadiran Mama Ahmad dari Kasepuhan Cirebon dan Teddy dari keluarga besar Singaperbangsa turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan yang mempertemukan unsur budaya, sejarah dan silaturahmi tersebut.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan budaya sangat bergantung pada kemauan generasi sekarang untuk mengenal, merawat dan meneruskannya.
Milangkala FKPPAI Diisi Santunan Anak Yatim
Tidak hanya mengedepankan kegiatan budaya, Milangkala ke-8 FKPPAI DPC Karawang juga diwarnai kegiatan sosial berupa santunan anak yatim.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Berbagi Keberkahan, Merajut Kepedulian, Menyinari Masa Depan.”
Santunan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Perayaan milangkala pun tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi dengan sesama.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam sebuah kegiatan masyarakat.
Mapag Lumampah Anyar, Nyambungkeun Rasa Ngajaga Budaya
Tema “Mapag Lumampah Anyar Nyambungkeun Rasa Ngajaga Budaya” menjadi refleksi perjalanan FKPPAI DPC Karawang dalam memasuki tahapan perjalanan berikutnya.
Melalui kegiatan seni, budaya, pengukuhan kepengurusan dan kegiatan sosial, Milangkala ke-8 FKPPAI DPC Karawang menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun kesadaran bahwa budaya membutuhkan generasi penerus.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, tantangan pelestarian budaya semakin membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Pesan Mama Ahmad pun menjadi penutup yang kuat dalam kegiatan tersebut:
“Kalau bukan kita, lalu siapa lagi?”
Sebuah pertanyaan yang sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga warisan budaya Jawa Barat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
(Ginanjar)
Posting Komentar untuk "Milangkala ke-8 FKPPAI Karawang, Mama Ahmad Serukan: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi"